Saat diriku tersandung terjatuh
Terbaring di atas hamparan rumput yang tumbuh
Memandang kosong ke atas awan yang kian menjauh
Awan-awan yang penuh dengan gemuruh
Diri ini tak sanggup lagi menahannya
Karena manisnya cinta yang diminta
Hanya segelintir yang memasuki dada
Karena dirinya enggan lagi tersenyum ataupun berkata
Kini sang hujan datang menghantam
Bagaikan pedang-pedang cinta nan tajam
Yang menyerbu dan menikam
Jiwa yang hampa dan juga kelam
Kuharap hujan segera berhenti
Munculkan kembali sinar sang mentari
Tampilkan indahnya pelangi
Hangatkan dan warnai kekosongan hati ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar