Terobatilah sebagian luka
Ketika dirinya kembali tersenyum dan berkata
Walau hanya sepatah kata
Yang terdengar sesaat saja
Sebagian lagi juga akan terobati
Jika diri ini dapat memiliki
Manis senyuman sang bidadari
Pujaan bagi setiap lelaki
Namun semua hanyalah seonggok cita
Yang takkan pernah terlaksana
Diriku dan dirinya kian berbeda
Bagai air yang kian mengalir
Dan api yang terus membara
Disaat hembusan angin yang begitu dingin
Datang dan menerjang manisnya cinta yang terjalin
Menjadikan hati ini enggan lagi tuk selalu yakin
Akan bayang dirinya yang sekian lama menjaga batin
Mungkinkah disaat itu terobati segala luka
Karena diri ini tak mungkin memilikinya
Dirinya bagai sumber kehidupan di dunia
Namun diri ini hanya sebatas semangat yang terus membara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar