Malam yang penuh dengan awan mendung
Seolah menggambarkan hai yang sedang murung
Karena kebebasan raga kian terkurung
Karena derasnya cinta kian terbendung
Disaat semua itu datang menerjang
Akankah bayang keraguan segera menghilang
Diantara indahnya taman asmara yang luas terbentang
Dengan bunga kasih yang elok dan terus berkembang
Apakah diri ini bisa memenuhi
Segalanya yang ia kehendaki
Jika suatu saat nanti data memiliki
Sinar rembulan dari raut wajah sang bidadari
Penuh sudah segala rongga di dada
Oleh cahaya bintang dari sorot kedua matanya
Oleh semilirnya angin dari hembusan nafasnya
Oleh segala rasa dari manis senyuman di bibirnya
Mungkinkah ini semua lenyap tak tersisa
Lukisan malam yang mengisi ruang hampa di jiwa
Kenangan-kenangan yang dilalui bersamanya
Hari demi hari yang penuh canda dan tawa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar