Rabu, 11 November 2009

30 Mei 2007

Malam yang penuh dengan awan mendung

Seolah menggambarkan hai yang sedang murung

Karena kebebasan raga kian terkurung

Karena derasnya cinta kian terbendung

Disaat semua itu datang menerjang

Akankah bayang keraguan segera menghilang

Diantara indahnya taman asmara yang luas terbentang

Dengan bunga kasih yang elok dan terus berkembang

Apakah diri ini bisa memenuhi

Segalanya yang ia kehendaki

Jika suatu saat nanti data memiliki

Sinar rembulan dari raut wajah sang bidadari

Penuh sudah segala rongga di dada

Oleh cahaya bintang dari sorot kedua matanya

Oleh semilirnya angin dari hembusan nafasnya

Oleh segala rasa dari manis senyuman di bibirnya

Mungkinkah ini semua lenyap tak tersisa

Lukisan malam yang mengisi ruang hampa di jiwa

Kenangan-kenangan yang dilalui bersamanya

Hari demi hari yang penuh canda dan tawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar