Saat rongga di dada mulai penuh
Dengan segala perihal yang begitu keruh
Membuat hidup kian jenuh
Menambah berat beban di tubuh
Sekian banyaknya putaran sang waktu
Setelah kejadian itu berlalu
Namun berbagai masalah silih berganti menghampiriku
Saat dirimu kian menjauh dari lubuk hatiku
Ku tak bisa berhenti bertanya
Mengapa diri ini mengalaminya
Cobaan yang teramat berat dirasa
Karena tanpamu hidupku hampa
Semuanya tiada berarti
Hanya keyakinan yang terlalu tinggi
Bila diri ini ingin memiliki
Pujaan bagi setiap lelaki
Si bodoh ini hanya bisa memantau
Ragamu saat berdiam ataupun bergurau
Itupun cukup untuk menghalau risau
Dan menenangkan hati yang kacau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar